Over Kredit Rumah Bahaya Dan Resiko nya

Hidup terkadang gak sesuai harapan dan rencana, ada yang punya rencana nikah di bulan maret 2016 ini eh tau-taunya pasangannya malah di gebet orang. Ada juga yang tadinya mau makan di warung nasi padang eh taunya duitnya ilang di ambil orang. Nah itu hidup, ga sesuai sama rencana dan harapan.

Soal rumah, ada juga yang tadinya sudah mantap berencana mau ngambil kredit rumah 10 tahun atau lebih eh tapi ditengah jalan malah ada hal mendesak yang mengharuskannya mengover kredit rumah tersebut. Misalnya mungkin mau mencari rumah lain atau bisa juga kepentok dengan masalah keuangan.

Jika anda ingin membeli rumah over kredit, anda harus memikirkannya terlebih dahulu. Di pikir-pikir secara matang karena akan ada aturan yang harus anda patuhi biar anda tidak menyesal di kemudian hari. Jika anda tidak bisa menerapkan cara melakukan over kredit rumah, wah itu sangat berbahaya, karena nanti anda bisa-bisa bermasalah dengan hukum. Huuuu serem banget yaaa K

Apa yang akan terjadi ketika anda sedang melakukan over kredit rumah? Anda mengalihkan seluruh hak dan juga kewajiban debitur kepada pihak yang lain. Dalam catatan bank, nama anda lah yang tertera walaupun anda sudah mengalihkannya ke pihak yang lain.  Seandainya pihak pembeli tidak melakukan atau menjalankan kewajibannya terhadap bank, maka nama anda-lah yang akan masuk ke daftar black list bank. Oleh karena itu, sebelum anda meng-over kredit rumah anda harus memilih dan memilah calon pembeli. Apabila pembeli tak sanggup menjalankan kewajibannya yaitu membayar cicilan, maka nama baik anda yang akan menjadi taruhannya.

Sebenarnya ada 3 cara yang harus anda ketahui dalam melakukan over kredit rumah, apa saja? Yaitu, yang pertama melalui Bank, kedua melalui Notaris dan yang ketiga melalui bawah tangan. Dari ketiga cara tersebut, proses transaksi yang paling tidak aman yaitu memalui Bawah tangan, karena hal tersebut tanpa harus ada sepengetahuan bank ataupun notaris. Dan biayanya pun relatif murah, karena hanya butuh materai saja. Tapi posisi pembeli rumah tersebut tidak kuat di mata hukum. Dan proses pengambilan sertifikat rumah di bank saat cicilan KPR lunas akan sangat sulit.

Namun, jika melalui notaris, posisi si pembeli memang sudah pasti lebih kuat karena ada tanda tangan notaris dalam akta jual beli rumah tersebut. Tapi yaaa tetap saja, tanpa sepengetahuan bank, dan pastinya proses over kredit rumah itu keliru.

Lalu bagaimana cara yang paling benar untuk melakukan over kredit rumah? Cara yang paling benar yaitu melalui Bank yang memproses KPR rumah tersebut. Cara ini sama-sama baik untuk pembeli ataupun penjual.

 

Tetapi di jaman sekarang, banyak orang terutama pihak penjual rumah yang tidak mau menjual atau over kredit rumahnya melali bank, karena prosesnya yang rumit. Tapi untuk anda, usahakan jika ingin menjual rumah pastikan dengan cara yang baik dan benar.