Rumah Murah Grup Ciputra di Jonggol Diminati


“Rumah murah ini dijual dari harga Rp 60 juta per unit. Rumah-rumah ini sudah dilengkapi dengan fasilitas lengkap, termasuk transportasi publik feeder busway dari Citra Indah ke Blok M dan lewat Grogol, kedua rute ini singgah di Semanggi Jakarta,” kata Managing Director Grup Ciputra Harun Hajadi dalam percakapan dengan Kompas.com di Pekanbaru, Riau, Jumat (11/3/11).

Menurut Harun, jauh sebelum isu rumah murah didengungkan, Grup Ciputra sudah membangun rumah dengan harga terjangkau. “Rumah murah bisa disebut murah jika transportasi publik tersedia dengan baik. Selain itu harus ada lembaga pembiayaan yang dapat membiayai KPR kepada para pembeli,” kata Harun, yang juga menantu begawan properti, Ciputra.

Menurut Harun, yang terpenting dalam pembangunan rumah murah adalah pembiayaan untuk pembeli. Kalau pembiayaan tidak tersedia, rumah murah itu tak akan terjangkau.

Kalau untuk Rp 60 juta. siapa yang punya di segmen itu? “Mesti ada KPR dengan bunga yang murah. Pemerintah punya subsidi untuk rumah minimal Rp 70 juta, subsidi bunga. Tapi pagunya tidak besar, disalurkan lewat BTN dan BNI. Dua bank ini harus support," kata Harun.

Sejak tahun 1996
Sementara itu General Manager Citra Indah - Kota Nuansa Alam, Jonggol, Bogor, Sinyo Pelealu menambahkan, proyek Citra Indah dibangun sejak tahun 1996 untuk segmen menengah bawah. “Ini merupakan proyek rumah murah Grup Ciputra,” ungkapnya.

Sampai Maret 2011 ini, kata Sinyo. sudah 11.000 unit rumah yang dibangun dan dihuni. Harga rumah yang dijual mulai Rp 60 juta (luas bangunan 21 m2 dan luas tanah 60 m2) sampai Rp 450 juta (63/250).

Menurut Sinyo, sampai tahun 2011, lahan yang sudah dikembangkan sekitar 300 hektar, dan masih ada 300 hektar lagi yang masih akan dikembangkan.

Fasilitas yang sudah dibangun di Citra Indah Jonggol, pendidikan dari TK hingga SMA, termasuk sekolah Citra Berkat dan Cikal Harapan. Selain itu juga pusat rekreasi waterpark, lapangan tenis, lapangan futsal, ruko-ruko yang menghadirkan tempat makan sampai bank.

Menurut Sinyo, para pembeli rumah murah di Citra Indah umumnya karyawan yang bekerja di Jakarta. "Awalnya Grup Ciputra membeli lahan di Jonggol karena mengantisipasi rencana pemindahan Ibu Kota. Setelah era reformasi, rencana itu makin tak jelas. Setelah krisis 1998, sempat terjadi kondisi stagnan. Grup Ciputra kemudian melakukan reposisi ke segmen menengah bawah," jelasnya.

“Namun demikian, reposisi ini bukan berarti jelek. Pembeli rumah-rumah Citra Indah justru diuntungkan dengan infrastruktur yang bagus. Lebar jalan mencapai 33 meter. Sedangkan lebar jalan di rumah sejahtera tapak antara 7 meter dan 12 meter,” kata Sinyo.

Sinyo optimistis, penjualan rumah di Citra Indah tetap laris manis. Setiap tahun, jumlah unit rumah yang terjual antara 1.000 dan 1.500. Targetnya rumah yang terjual mencapai 30.000 unit.

Sinyo menambahkan, lokasi Citra Indah dari Cawang sekitar 40 km. Mengapa banyak orang tetap membeli di Citra Indah? “Karena dengan harga Rp 300 juta, orang masih mendapatkan rumah dengan lahan seluas 200 m2 untuk harga tahun 2011. Mereka juga mendapatkan lingkungan terbaik,” katanya.

Dengan fasilitas yang lengkap, keluarga di rumah tetap dapat menikmatinya. “Ibaratnya biarlah sang ayah yang harus bersusah payah, bekerja di Jakarta, namun keluarga di rumah tetap menikmati fasilitas lengkap di perumahan,” ujarnya.

Rumah-rumah di Citra Indah berkualitas baik karena semua rangkaatap menggunakan baja ringam dan semen mortar yang biasa untuk rumah real estate. Rumah-rumah di Citra Indah juga menggunakan fasiltas PAM, bukan sumur pantek yang biasa didapat pada rumah-rumah murah lainnya.

Managing Director Grup Ciputra Harun Hajadi menambahkan, dalam ekspansi Grup Ciputra ke berbagai daerah, ia tidak menyasar segmen menengah bawah karena mempertimbangkan permintaan pengembang lokal. “Mereka minta pada kami agar tidak bermain di pasar menengah bawah sehingga di daerah-daerah, kami bermain di segmen menengah atas,” jelas Harun.

Untuk saat ini, kata Harun, Grup Ciputra membangun rumah murah di Citra Indah Jonggol dam Citra Raya di Cikupa. "Dua perumahan itu yang dikembangkan di Jabodetabek. Kalau di kota-kota lain di luar Jabodetabek, untuk sementara belum," tandasnya.

-dikutip dari kompas.com
http://properti.kompas.com/read/2011/03/11/16445037/Rumah.Murah.Grup.Ciputra.di.Jonggol.Diminati