Sejarah Masjid Istiqlal

 

    Masjid istiqlal, adalah ungkapan rasa syukur rakyat bangsa Indonesia terutama yang beragama islam kepada Allah SWT karena telah terlepas dari penjajahan penjajahan yang sempat membaba rakyat kepada kesengsaraan. Karena Indonesia termasuk Negara berpenduduk muslim terbanyak maka awal setelah peperangan kemerdekaan Indonesia dibangunlah masjid Negara ini sebagai simbolis kemerdekaan Indonesia. Arti dari istiqlal sendiiri adalah merdeka, masjid kebanggaan Negara Indonesia ini  merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. 


    Sejarah dibangunnya masjid istiqlal sangatlah panjang, suasana nya pun masih terasa perjuangan. Tapi Allhamdulillah proses demi proses seperti ide pendirian masjid  saat baru dicetuskan, pembentukan panitia, penentuan lokasi, sayembara maket, pemasangan tiang pacing, hingga peresmian tiba terlaksana dengan lancar.


    Sebelum adaya masjid istiqlal, Indonesia sudah mempunyai monumen monumen yang tidak kalah menakjubkan dengan Negara lain, misalnya monumen Borobudur serta Prambanan menumen itu didirikan sejak  dahulu kala, dimana mayoritas rakyat Indonesia terutama pulau Jawa masih beragama hindu. Setelah masuknya agama islam ke Indonesia melalui dakwah dakwah tentag keimanan maka rakyat yang beragama islam menyebar dengan pesat diseluruh plosok negri ini.


    Oleh karena itu kondisi kala pembangunan masjid cukup kondusif. Dan banyak sekali yang mendukung adanya pembangunan masjid nasional ini. Bahkan bapak presiden sangat menyambut baik rencana pembangunan masjid tersebut dan bersedia untuk mendukung sepenuhnya pembangunan masjid istiqlal.


    Namun sempat terjadi perbedaan pendapat dari Bpk.Presiden dan wakilnya yaitu Bpk.Soekarno dan Bpk.Mohammad Hatta. Perbedaan pendapat itu mengenai lokasi pembangunan Masjid Istiqlal. Dua pendapat itu sama sama mempunyai kekuatan yang sama, pendapat dari Bapak Insinyur Soekarno menitik beratkan agar lokasi masjid diTaman Wilhelmina yang strategis dengan pusat kota dan dekat dengan gedung merdeka. Sedangkan pendapat dari Bapak Insinyur Haji Mohammad Hatta menitik beratkan agar lokasi masjid diJalan Moh Husni Tamrin untuk menghemat biaya pembangunan karena tidak memakan biaya penggusuran gedung.  Pada akhirnya kesepakatan telah berpihak kepada pendapat Presiden Pertama kita yaitu Bpk.Ir.Soekarno.


    Banyak hal yang dipersiapkan untuk masjid istiqlal ini, segala cara dilakukan agar masjid ini tidak hanya sekedar menjadi bangunan masjid biasa. Tapi yang diinginkan adalah dimegahan dan kesakralan yang dirasakan saat memasuki  bangunan masjid. Oleh karena itu diadakanlah sayembara untuk pembangunan masjid.  Sayembara ini diketuai oleh Presiden Soekarno pula, dengan timnya Ir. Roeseno, H. Abu Bakar Aceh,  Ir. Suwardi, Oemar Husein Amin,  Rd. Soeratmoko, Ir. Djuanda, Ir. R. Ukar Bratakusumah, , dan H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA).


    Dalam pelaksanaan pemasangan tiang pacing dilaksanakan pada tnggl 24 Agustus tahun 1961 oleh bpk.ir.Soekarno dan suasananya jadi semakin sakral  dikarenakan saat itu bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad Saw, saat acara ini dilaksanakan ribuan ummat islam datang untuk menyaksikannya. Namun, sempat saat situasi politik kurang kondusif pembangunan masjid ini tidak lancar. Bahkan sempat saat meletusnya peristiwa G30S/PKI pembangunan Masjid Istiqlal berhenti sama sekali, dan saat kondisi mulai mereda tahun 1966 pembangunan dilanjutkan kembali.


Masjid yang bergaya arsitektur Modern International ini dibangun pada tanggal 24 Agustus tahun 1951 dan terletak di pusat Ibu Kota. Masjid Istiqlal di arsiteki oleh Frederich Silaban, beragama Kristen Protestan. Peletakan batu pertama di awali oleh Bpk Presiden Indonesia Pertama yaitu Bpk.Ir.Soekarno dan baru diresmikan tahun 1978 oleh Presiden Indonesia ke dua yang berasal dari TNI sebagai Jendral Besar yaitu Bpk.H.Msoeharto pada saat masa jabatannya berlangsung.